January 22, 2008

jonathan strange & mr. norrell [novel]

Posted in reviews at 4:45 am by monyet

Buku yang dapatkan dari Efi merupakan salah satu dari sekian banyak buku retur yang terdapat di gudang toko buku Aksara. Terus terang, saya sangat senang mendapat buku baru tapi ada juga rasa heran kenapa buku yang saya pegang itu terdapat di gudang sedangkan masih ada beberapa yang dipajang di rak dengan harga lebih dari 200 ribu rupiah. Tanpa pikir panjang, saat itu juga segera saya masukkan si buku ke dalam tas selempang. Baru setelah hampir 2 tahun buku saya baca hingga tuntas. Sebenarnya, saya sempat beberapa kali berusaha membacanya–setidaknya hingga beberapa chapter–namun selalu terhenti karena saya selingi dengan membaca buku lain. Kali ini saya memutuskan untuk tidak membaca buku lain sebelum menuntaskan yang satu ini. Sebulan lebih saya berkutat dengan buku ini. Bisa saya bilang semua perasaan timbul selama proses membacanya. Mulai dari bosan, kagum, sedih, marah, hingga kangen–terutama ketika mencapai bagian akhir dari buku ini [uupss.. stop! i don’t wanna be a spoiler]. Buku berjudul ‘Jonathan Strange & Mr. Norrell’ ini merupakan sebuah novel debutan Susanna Clarke yang terbit di bulan September 2004. Latar belakang ceritanya mengambil setting di Inggris [dan beberapa negara di Eropa] pada abad 19. Ceritanya sendiri berkisar mengenai bangkitnya kembali sihir [magic] di Inggris setelah selama 200 tahun terlupakan. Cerita yang berfokus pada dua tokoh rekaan, Strange dan Norrell, melibatkan beberapa tokoh penting dalam sejarah Eropa seperti Duke of Wellington, Lord Byron, Napoleon, King George III. Hal tersebut menjadikan buku ini seperti novel sejarah, apalagi ditambah dengan adanya footnote yang memberikan penjelasan mengenai buku-buku atau artikel serta tempat yang terlibat dalam cerita, juga tentang sejarah mengenai tokoh-tokoh sihir dan peri-peri Inggris di masa lampau. But for your information, those footnotes are fiction… Tapi inilah yang menjadi nilai lebih buku ini dibandingkan buku-buku cerita sihir lainnya, e.g. ‘Harry Potter’. Keterlibatan tokoh-tokoh sejarah dan adanya footnote yang nyaris saya sangka kenyataan, membuat sihir menjadi suatu hal yang rasional dan terasa dekat, bukan sesuatu yang non-manusia. Di Indonesia, buku ini tidak terlalu terdengar. Saya duga karena terhalang oleh kepopuleran Harry Potter. Sedangkan di Amerika dan Inggris, buku ini mendapatkan sambutan yang cukup luar biasa. Bahkan ini menjadi nobel terbaik tahun 2004 versi majalah Time. Selain itu, di tahun 2005, buku ini mendapatkan penghargaan Hugo dan World Fantasy Awards untuk kategori novel terbaik. Well, setidaknya setelah tuntas membaca buku ini saya menjadi tahu kenapa ia ditaruh di gudang: secara akumulasi, lebih dari 50 halaman hilang.. sial. Yang paling mengganggu adalah hilangnya 695-724, bagian awal bergabungnya Strange dan Norrell melawan the Darkness. Thanks to Efi for the book.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: