February 14, 2008
mengenang yang tak sempat tinggal
Posted in Stories at 6:16 am by monyet
“KLENG KLENG KLENG KLENG…..!!!!” Bel penanda waktu makan siang berbunyi sudah. Suaranya begitu tajam menusuk telinga jika Arab yang membunyikannya. Sudah dua tahun dia bertugas membunyikannya namun tidak juga ia bisa menciptakan suara yang halus, atau setidaknya enak didengar, seperti ketika benda itu dulu ada dalam pegangan Bito. Bagusnya, suara yang begitu menusuk telinga itu segera menyadarkan kami dari kenikmatan dahaga. Kenikmatan tiga kali sehari yang terasa begitu singkat karena hanya berlangsung lima belas menit. Read the rest of this entry »
December 4, 2007
Cerita dari Kain
Posted in Stories at 5:59 am by monyet
Aku ingat ketika dia lahir. Langit begitu cerah, bunga-bunga bermekaran, dan burung-burung bernyanyi. Begitu pula tentunya kedua orang tuaku. Semua seakan berseri menyambut dirinya. Senyumnya begitu lebar, tawanya yang renyah mengundang semua untuk ikut tertawa bersamanya. Tidak heran jika semua menjadi begitu berseri berada di sekitarnya. Read the rest of this entry »