02.14.08
mengenang yang tak sempat tinggal
Posted in Stories at 6:16 am by monyet
“KLENG KLENG KLENG KLENG…..!!!!” Bel penanda waktu makan siang berbunyi sudah. Suaranya begitu tajam menusuk telinga jika Arab yang membunyikannya. Sudah dua tahun dia bertugas membunyikannya namun tidak juga ia bisa menciptakan suara yang halus, atau setidaknya enak didengar, seperti ketika benda itu dulu ada dalam pegangan Bito. Bagusnya, suara yang begitu menusuk telinga itu segera menyadarkan kami dari kenikmatan dahaga. Kenikmatan tiga kali sehari yang terasa begitu singkat karena hanya berlangsung lima belas menit. Read the rest of this entry »