December 1, 2007
Desember
Satu Desember. Ah… sebentar lagi natal.
Kalau mengacu ke kalender Gereja Katolik, sekarang tuh uda masuk masa Advent.
Advent tuh artinya penantian. Penantian akan apa? Yang jelas sih penantian akan kelahiran Yesus yang diyakini nantinya akan menjadi penyelamat semua umat manusia, atau [menurut interpretasi sempit] bangsa Israel. Kalau mau diaplikasikan secara luas, masa advent bisa saya artikan sebagai masa penantian akan tahapan yang baru.
Desember, bulan penghujung di setiap tahun. Berarti sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Hitungan masuk lagi ke nol. Melangkah ke tahap yang baru. Apa yang ada ya di tahun depan? hmmm…. [woooww.. jadi mulai melankolis nih!!]
Sebenarnya sedikit agak ketar-ketir juga begitu sadar sekarang bulan Desember. Begitu banyak rencana hidup yang berubah, mengingat begitu banyaknya kejadian di tahun ini yang membuat rencana-rencana yang sudah tersusun terpaksa harus disusun ulang dan bahkan dilupakan. Belum lagi umur yang berarti akan bertambah lagi dalam waktu 6 bulan ke depan.
Tapi musti yakin. Ya yakin!! Masa lalu menjadi memori sebagai bahan pembelajaran. Masa kini menjadi hal yang harus dijalani. Masa depan merupakan sesuatu di depan yang harus dipersiapkan. Lalu apa yang musti ditakuti? Nggak ada lah!! Memangnya dari tadi gue menyinggung soal takut?
garam said,
December 15, 2007 at 5:10 pm
“Ya yakin!! Masa lalu menjadi memori sebagai bahan pembelajaran. Masa kini menjadi hal yang harus dijalani. Masa depan merupakan sesuatu di depan yang harus dipersiapkan.” kayaknya aku kenal ni kata2? he..
anchiella said,
April 29, 2008 at 10:30 am
ya, yakin. kalo kemaren itu pembelajaran. persiapan untuk besok.